Hukum Puasa Sunnah Saat Hari Tasyrik

Tuesday, August 23rd 2016. | Puasa, Puasa Sunnah
Advertisement

Hari Tasyrik – Assalammu’alaikum pembaca setia tuntunansholat dimanapun kalian berada, bagaimana kabar?, Semoga dalam keadaan sehat wal’afiat dan dalam lindungan Allah SWT, Allahumma ‘amiin. Alhamdulillahi robbil’aalamiin sehingga hari ini kami team tuntunansholat masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berbagi informasi-informasi penting mengenai tuntunan dalam ibadah sholat, doa sehari-hari, artikel Islami dan masih banyak lagi yang akan kami bagi kepada kalian. Sekarang ini kita akan memperdalam materi Hari Tasyrik yakni hukum puasa sunnah saat Tasyrik. Sebelumnya, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai wujud umat yang beriman serta selalu mendoakan yang terbaik untuk Rasul. Hukum puasa beraneka bergantung pada puasa yang hendak kita jalani, saat ini kami akan membahas hukum puasa sunnah yang dilaksanakan saat Tasyrik. Tentunya kalian masih bertanya-tanya apakah sah jika kita melaksanakan puasa sunnah  tepat saat Hari Tasyrik ? Kami akan menjawabnya berdasarkan narasumber yang shahih Insya Allah, jadi pastikan kalian tetap bersama kami untuk mengetahui hukum dari puasa sunnah saat Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik

Hukum Puasa Sunnah Saat Hari Tasyrik

Puasa adalah suatu ibadah dimana umat yang menjalaninya menahan rasa lapar haus, mengontrol hawa nafsu dan juga menjaga sikap agar tetap berperilaku yang baik sesuai norma. Puasa terdiri atas dua jenis yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa sunnah seperti puasa setiap hari senin dan kamis, puasa Daud dan puasa Ayyamul Bidh saat 13-15 Hijriyah. Namun permasalahannya disini bagaimana jika kita melaksanakan puasa sunnah tersebut saat Hari Tasyrik. Dalam Hadits Riwayat Muslim menerangkan bahwasanya :

Advertisement

Hari Tasyrik

Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada Hari Tasyrik dilarang untuk melaksanakan puasa sunnah seperti yang tertera dalam dalil di atas. Terkecuali bagi jamaat Haji yang sedang manasik tamattu’ dan qiron kemudian jamaat Haji tersebut tidak mendapatkan Hadyu maka diizinkan untuk melakukan puasa saat Tasyrik. Hadyu adalah binatang qurban yang disembelih di Tanah Haram. Tercantum dalam Hadits Riwayat Bukhori berikut ini :

Hari Tasyrik

Berbagai madzhab-pun setuju dengan dalil dalam HR Bukhori No. 1998 tersebut yang disebutkan pada Al Majmu’ 6:314. Jika dalam Al-Majmu’ 6:313 menjelaskan pendapat yang kuat bahwasanya puasa bagi jamaat Haji yang menjalankan tamattu’ dibolehkan serta dianggap sah, karena ada hadits yang meringankan puasa sunnah tersebut. Maka dari itu pendapat yang didukung oleh hadits yang lebih tegas dan tidak perlu berpaling pada selain pendapat ini.

adversitemens

Jadi dapat dipastikan bahwa puasa sunnah saat Hari Tasyrik itu hukumnya dilarang atau tidak dibolehkan atau tidak diizinkan dalam syariat Islam termasuk puasa sunnah hari senin kamis dan puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh dapat digantikan dengan puasa 3 hari setiap bulan dihari lain dalam Bulan Dzulhijjah. Kesimpulannya puasa sunnah saat Tasyrik pun telah kami terangkan dengan gamblang, semoga kalian benar-benar memahami materi Hari Tasyrik ini dengan baik sehingga tidak salah lagi dalam melakukan ibadah di Hari Tasyrik.

Cukup sudah artikel Hukum Puasa Sunnah saat Hari Tasyrik ini, semoga bermanfaat bagi pembaca setia tuntunansholat. Simak artikel sebelumnya yang masih membahas mengenai hal yang sama yaitu artikel Hari Tasyrik Dan Waktu Haram Puasa bagi umat Muslim yang sangat kami anjurkan kalian untuk membacanya juga seusai membaca artikel Tasyrik ini. Terima kasih kami ucapkan setulusnya kepada pembaca setia yang selalu membaca artikel-artikel Islami dari kami baik seputar kumpulan tuntunan sholat, doa keseharian dan masih banyak lagi materi yang ada kaitannya dengan ibadah. Sabar dan jangan bosan menantikan artikel islami terbaru dari tuntunansholat. Wassalammu’alaikum pembaca sekalian.

Advertisement
tags: , , ,