Hukum Puasa Ramadhan Dan Pengertiannya

Saturday, May 21st 2016. | Puasa
Advertisement

Hukum Puasa Ramadhan Dan Pengertiannya – Assalammu’alaikum, Alhamdulillahirobbil’alamiin puji syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kami sebagai team tuntunansholat masih bisa bertegur sapa dengan pembaca sekalian melalui artikel-artikel terbaru kami salah satunya artikel ini yang bertemakan Hukum Puasa Ramadhan. Hukum Puasa Ramadhan ini perlu kita ketahui agar kita tak sekedar menjalankan ibadah puasa saja, tetapi dapat mengetahui dan memahami Hukum Puasa Ramadhan yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, tuntunansholat akan mengulas lebih dalam lagi mengenai Pengertian Hukum Puasa Ramadhan dan juga pengertiannya. Dalam Bahasa Arab shaum adalah nama lain puasa yang memiliki arti secara bahasa yaitu menahan diri baik dalam hal minum makan, mengontrol bicara dan juga menikah. Namun, secara istilah shaum memiliki maksud menahan diri dari semua hal-hal yang membatalkan dengan cara khusus. Jangan kemana-mana karena di bawah ini kami akan mengupas tuntas materi kita hari ini seputar Hukum Puasa Ramadhan disertai dalilnya, jadi pastikan kalian terus scroll hingga akhir artikel ini agar utuh ilmu yang kalian serap nanti.

Hukum Puasa Ramadhan

Berikut Hukum Puasa Ramadhan menurut Al-Qur’an :

Serta adanya As-Sunnah yakni sabda Rasulullah SAW sebagai pelengkap dalil diatas, As-Sunnah mengenai Hukum Puasa Ramadhan sebagai berikut ini :

Advertisement

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

Hukum Puasa Ramadhan

Dalil dari As Sunnah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

adversitemens

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِرَ مَضَانَ

Artinya :

Hukum Puasa Ramadhan

Jadi pada dasarnya Hukum Puasa Ramadhan wajib bagi kaum Muslim yang sudah masuk usia baligh atau dewasa, dalam keadaan sehat atau berakal, serta dalam keadaan tidak bersafar. Hukum Puasa Ramadhan juga tertera dalam rukun Islam yang menyebutkan puasa sebagai rukun Islam yang keempat. Dapat disimpulkan seseorang dapat dikatakan kafir jika meninggalkan Puasa Ramadhan tanpa sebab karena Hukum Puasa Ramadhan yang bersifat wajib. Dari Abu umamah, Rasul SAW bersabda “Orang-orang akan digantung dengan urat di atas tumit mereka, mulutnya dirobek dan dari robekan itu darahpun mengalir. Mereka adalah orang-orang yang membatalkan puasa sebelum tiba waktunya”. Astagfirullohal’adzim sungguh mengerikan sekali siksaan bagi orang yang membatalkan Puasa Ramadhan. Lantas bagaimana nasib mereka yang selama Bulan Suci Ramadhan tidak menjalankan puasa sama sekali ? Dari Buku Panduan Ramadhan karya Ustadz Muh. Abduh Tuasikal, Adz Dzahabiy mengatakan siapa saja yang tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit atau uzur lainnya, maka dosa yang ditanggung lebih dari dosa berzina dan para pecandu miras. Bahkan orang seperti itu diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang yang munafik serta menyimpang.

Cukup sekian artikel dari kami mengenai Hukum Puasa Ramadhan, semoga kalian dapat memaknai Hukum Puasa Ramadhan dengan baik serta menjalankan Puasa Ramadhan  sebagaimana mestinya sehingga ibadah kalian selama Bulan Suci Ramadhan pun afdol dan lengkap. Semoga Hukum Puasa Ramadhan ini dapat dijadikan pedoman bagi kalian para Muslim. Petuah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini ialah kerjakan Puasa Ramadhan dengan baik dan benar selama kalian masih berkesempatan hidup di dunia ini. Simak artikel kami lainnya yang terdahulu tentang Tipas Berpuasa Yang Baik. Jangan bosan untuk menantikan ilmu Islami dari kami esok hari, karena setiap hari jika tidak ada halangan Insya Allah kami akan hadir menyapa pembaca dengan menghadirkan informasi menarik dan berguna tentunya. Selalu baca artikel yang bermanfaat seperti bacaan yang satu ini sehingga ilmu yang telah kalian baca dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Ibadah kalian akan afdol jika ibadah kalian diimbangi dengan sholat fardhu lima waktu pada bulan Ramadhan, tak lupa untuk menjalankan sholat tarawih dan witir pada malam hari seusai sholat ‘isya.

Advertisement
tags: , , ,