Tata Cara Dan Hukum Zakat Fitrah Di Bulan Ramadhan

Wednesday, May 11th 2016. | Zakat Fitrah
Advertisement

Tata Cara Dan Hukum Zakat Fitrah Di Bulan Ramadhan – Setelah kemarin kita membahas pengertian Zakat Fitrah dan Niat Zakat Fitrah, nah pada kesempatan yang hebat ini kami team tuntunansholat akan membahas mengenai Hukum Zakat Fitrah walaupun sempat menyinggung sedikit tentang Hukum Zakat Fitrah di artikel sebelumnya. Tetapi dalam artikel ini kita akan membahas dengan rinci Hukum Zakat Fitrah dan tata cara Zakat Fitrah yang baik dan benar sesuai syari’at Islam. Zakat Fitrah hanya ditunaikan pada Bulan Ramadhan saja. Ada yang menunaikan di lingkungan rumah ada juga yang menunaikan Zakat Fitrah di sekolah masing-masing. Apabila di lingkungan rumah berarti kita setorkan ke panitia Zakat Fitrah di masjid terdekat. Dapat diwakilkan oleh sang suami untuk melafadzkan niat pada saat setor Zakat Fitrah di masjid terdekat dari rumah kita.

Hukum Zakat Fitrah

Tata Cara Dan Hukum Zakat Fitrah

Baik, sekarang kita fokuskan diri untuk membahas Hukum Zakat Fitrah. Hukum Zakat Fitrah ialah wajib ditunaikan bagi setiap insan manusia yang beragama Islam sebagai sarana untuk membersihkan diri kembali ke fitrah selayaknya manusia yang baru saja dilahirkan ke dunia ini. Namun yang sebenarnya yakni Hukum Zakat Fitrah diwajibkan untuk setiap insan dengan beragama Islam yang sudah tidak lagi menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan karena Zakat Fitrah ini berkaitan dengan perayaan datangnya Hari Raya Idul Fitri akan tetapi menunaikan Zakat Fitrah dapat dilakukan beberapa hari sebelum Hari Raya dan diberikan kepada golongan yang berhak menerima Zakat Fitrah seperti miskin, fakir, amil, fisabilillah, ibnu sabil, gharim dan muallaf. Serta yang terutama yakni Zakat Fitrah diperuntukkan kepada mustahiq atau yang disebut orang yang memang benar-benar berhak menerimanya. Dalam ajaran Islam Hukum Zakat Fitrah, Zakat Fitrah berisi makanan pokok dari Negara yang kita tempati. Karena kita makanan pokoknya adalah nasi yang berasal dari beras maka Zakat Fitrah-pun berupa beras. Dalam Islam besar atau jumlah makanan pokok yaitu sebesar 1 Sha sama dengan 4 Mud dimana 1 Mud bernilai 676 gram. tetapi para ulama Indonesia menetapkan 2,7 Kg untuk makanan pokok, jika diuangkan maka seharga beras terbaik yang ada pada waktu Bulan Puasa, karena harga beras naik dan turun maka jika Zakat Fitrah diuangkan maka seharga beras pada waktu sekarang. Namun jika Zakat Fitrah diuangkan maka tugas panitia zakat untuk membeli beras yang terbaik untuk dibagikan. Dalam Hukum Zakat Fitrah juga pembagian Zakat Fitrah haruslah adil, jujur dan transparant. Pembagian Zakat Fitrah haruslah benar-benar untuk golongan yang membutuhkan, jika salah membagikan Zakat Fitrah maka itu dosa untuk yang membagi Zakat tersebut atau panitia zakatnya.

Advertisement

Jadi kesimpulannya dari artikel ini dapat digaris bahwa Hukum Zakat Fitrah yakni wajib bagi setiap insan baik laki-laki maupun perempuan sebagai tanda berakhirnya puasa Bulan Suci Ramadhan dan sebagai wujud perayaan yang diberikan kepada golongan benar-benar yang membutuhkan agar merekapun bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri seperti kita. Subhanallah sungguh luar biasa rencana Allah SWT untuk mensejahterakan semua umat-Nya. Dengan demikian akhir artikel kami pada hari ini, semoga ilmu Tata Cara Dan Hukum Zakat Fitrah ini dapat bermanfaat dan menjadi pedoman serta wawasan baru untuk kalian pembaca tuntunansholat. Terus ikuti kelanjutan materi seputar Zakat Fitrah esok hari hanya di tuntunansholat tempat yang tepat untuk memperdalam ilmu Islami kalian. Makin banyak membaca artikel dari kami tentu makin luas pengetahuan kalian, jangan lupa untuk menyiarkan tiap ilmu Islami yang sudah kalian dapatkan kepada kerabat, sanak dan saudara kalian ya.

Advertisement
tags: , , ,