Dalil Dan Pengertian Terjadinya Isra Mi’raj

Monday, May 2nd 2016. | Isra Mi'raj
Advertisement

Dalil Dan Pengertian Terjadinya Isra Mi’raj – Dengan mengucap nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang izinkan kami team tuntunansholat untuk sekedar berbagi informasi Isra Mi’raj kepada kalian. Kita membahas mengenai Isra Mi’raj karena kita sudah memasuki Bulan Rajab. Pada kesempatan yang cerah ini tuntunansholat akan menjabarkan terjadinya Isra Mi’raj serta dalil-dalilnya mengenai Isra Mi’raj, sehingga kalian paham dan dapat memaknai peristiwa Isra Mi’raj dengan baik. Baiklah, di bawah ini kita akan membahas secara terperinci awal mula terjadinya Isra Mi’raj. Tetap bersama tuntunansholat karena di bawah ini begitu banyak ilmu dan pesan moral yang dapat kita petik serta kita terapkan pada kehidupan duni dengan harapan mencapai surga akhirat kelak, amiin. Sebelum membahas asal mula terjadinya peristiwa Isra Mi’raj, terlebih dahulu kita bahas mengenai pengertian dari Isra Mi’raj itu sendiri. Kata Isra’ menurut bahasa berarti perjalanan pada waktu malam, sedangkan secara istilah kata Isra’ memiliki maksud perjalanan Rasulullah SAW pada malam hari dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsha. Pengertian Mi’raj secara bahasa yakni tangga untuk keatas, kalau menurut istilah kata Mi’raj memiliki makna perjalanan Rasulullah SAW dari bumi yang naik ke langit ke-tujuh dan ke Sidratul Muntaha serta mendapatkan wahyudi hadirat Allah SWT Yang Maha Penguasa. Jadi kesimpulannya Isra Mi’raj memiliki makna perjalanan Rasulullah SAW pada waktu malam menuju langit ke-tujuh dan Sidratul Muntaha dimana disanalah Beliau memperoleh wahyu di hadirat Sang Khaliq. Karena peristiwa Isra Mi’raj inilah dijadikan tonggak sejarah dalam peradaban baru umat manusia. Bukan hanya menggambarkan akan kebesaran Allah SWT tetapi proses perjalanan Rasulullah SAW dari kota Mekkah ke Yerussalem serta naik ke langit ke-tujuh dan kembali ke Bumi tepat waktu subuh di Masjidil Haram.

Isra Mi'raj

Dalil Dan Pengertian Terjadinya Isra Mi’raj

Kisah terjadinya Isra Mi’raj berawal dari pembelahan dada Rasulullah SAW yang selanjutnya disucikan dengan menggunakan air zam-zam oleh Jibril tepat di samping Ka’bah sebelumĀ  akan memulai perjalanan menuju ke Yerussalem. Selanjutnya perjalanan Nabi Muhammad SAW pun dimulai ketika waktu malam hari dengan mengendarai buraq bersama dengan Malaikat Jibril, pada saat itu Jibril menyuruh Rasulullah SAW turun dari buraq dan mengerjakan sholat. Ketika Rasulullah SAW turun tetapi tidak mengetahui sedang berada dimana, “Saat ini engkau tengah berada tapat diĀ  Madinah, disanalah engkau akan berhijrah” lantas yang dituturkan Jibril-pun kepada Rasul bahwasanya. kemudian melanjutkan perjalanan ke Masyan atau Syajar Musa tempat dimana penghentian Nabi Musa as ketika lari dari Mesir, lalu ke Tunisia tempat dimana Nabi Musa as menerima wahyu. Dilanjutkan perjalanan itu menuju ke Betlehem atau sering disebut dengan Baitullhmi tempat kelahiran dari Nabi Isa as, diteruskan perjalanan Rasulullah SAW menuju Masjidil Aqsha tepat di Yerussalem, tempat kiblat nabi terdahulu. Sesampai di Masjidil Aqsha, ternyata Rasulullah telah dinanti-nanti oleh para nabi, disitulah Rasulullah SAW melaksanakan sholat sunnah dua rakaat dengan menjadi imam dan para nabi terdahulu menjadi ma’mum. Selanjutnya Malaikat jibril datang dengan membawa dua gelas, yakni yang satu gelas berisi air susu dan yang lain berisi arak. Pada saat itu Rasulullah SAW memilih gelas dengan isi air susu dengan maksud bahwa umat Islam tidak akan tersesat. Kemudia Jibril membimbing Rasul pada sebuah batu besar, tiba-tiba terdapat tangga yang sangat indah, Rasulullah SAW menaiki tangga dengan Jibril, pada langit pertama Beliau bertemu dengan Nabi pertama yakni Nabi Adam as, langit selanjutnya dijumpainya Nabi Isa as dan juga Nabi Yahya as. Langit ketiga Rasul berjumpa dengan Nabi Yusuf as, pada langit keempat melihat Nabi Harun as. Pada langit selanjutnya bertemu dengan Nabi Musa as, lalu pada langit ketujuh Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Perjalanan Rasulullah SAW pun tak berhenti sampai di langit ketujuh tetapi Beliau melanjutkan hingga ke Sidratul Muntaha, pada saat itulah rasul melihat wujud asli dari Malaikat Jibril. Setelah itu Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanannya menuju Sang Khaliq dengan ditemani Malaikat Jibril. Singkat cerita, Rasul mendapat perintah ibadah sholat dan Nabi Muhammad SAW pun harus menyampaikan perintah ibadah sholat ini kepada umatnya. Kemudian Rasulullah SAW turun kembali ke Sidratul Muntaha. Setelah itu Malaikat Jibril menunjukan bagaimana indah dan uniknya surga kepada Rasulullah SAW dan juga betapa buruk dan mengerikannya neraka. Selanjutnya Nabi Muhammad SAW turun ke Bumi dan kembali ke Masjidil Haram.

Advertisement

Dari kisah peristiwa Isra Mi’raj, maka muncullah dalil-dalil yang menggambarkan peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW seperti di bawah ini :

  • Qur’an Surat Al-Isra’ :

Isra Mi'raj

 

Isra Mi'raj

adversitemens
  • Qur’an Surat An-Najm :

Isra Mi'raj

Isra Mi'raj

Semoga kalian dapat memetik hal baik yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj ini sehingga kalian dapat memperbaiki amal ibadah kalian terutama ibadah sholat lima waktu yang wajib kita kerjakan sebagai umat Muslim. Demikianlah dalil dan pengertian terjadinya Isra Mi’raj yang dapat tuntunansholat sampaikan kepada pembaca. Simak artikel kami sebelumnya dengan tema ” Surat Al-Faatihah, An-Naas dan Al-Falaq “. Esok hari akan hadir ilmu Islami lainnya dengan kemasan yang singkat, jelas nan berbobot akan ilmu Islami tentunya, jadi tunggu artikel kami selanjutnya.

Advertisement
tags: , , ,