Hari Tasyrik Dan Waktu Haramnya Puasa

Monday, August 15th 2016. | Puasa, Puasa Sunnah
Advertisement

Hari Tasyrik Dan Waktu Haramnya Puasa – Assalammu’alaikum pembaca tuntunasholat, sebelumnya kami telah mengulas Hikmah Qurban Dan Hukumnya agar kalian mengerti begitu banyak kebaikan yang terkandung dalam peristiwa berqurban di Hari Raya Idul Adha pada Bulan Dzulhijjah ini. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan keberkahannya untuk seluruh umat-Nya. Karena nikmat Allah SWT tadi, kami selaku team tuntunansholat dapat menyelesaikan artikel pada hari ini yang bertemakan Tasyrik. Nanti kami akan membahas secara lengkap mengenai Hari Tasyrik dan Waktu Haramnya Puasa, bagi kalian yang belum mengetahui materi Tasyrik ini sangat kami anjurkan untuk membaca artikel Tasyrik hingga tuntas. Apabila sudah mengetahui tentang Tasyrik silahkan simak kembali untuk me refresh otak kalian agar semakin ingat akan Hari Tasyrik dan Waktu Haramnya Puasa. Tak lupa dan tentunya takan ada letihnya kita sebagai umat Muslim yang beriman untuk senantiasa bershalawat serta salam yang tercurahkan untuk Rasulullah SAW, dengan harapan agar kita bisa mendoakan Rasul dan juga agar kita dapat meneladani segala kebaikan yang Rasul miliki. Umat Muslim yang rajin bershalawat maka akan mendapatkan syafa’at, Allahuma amiin. Maka dari itu perbanyak ibadah kalian, dan berbuat serta berperilaku baik mulai dari hal kecil. Seperti membaca artikel kali ini tentu mendatangkan pahala dengan mempelajari ilmu Agama Islam, agar lebih baik lagi ibadahnya.

Tasyrik

Pertama kita awali dengan mengulas pengertian dari Tasyrik. Hari yang diharamkannya umat Muslim untuk berpuasa disebut dengan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah karena pada Hari Tasyrik tersebut para jamaah Haji sedang melontarkan mabit dan juga jumrah di Mina. Adapun dalil yang dishohihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam Shohih Sunnan Abi Daud menunjukkan akan Hari Tasyrik sebagai berikut ini :

Advertisement

Tasyrik

Hari Tasyrik Dan Waktu Haramnya Puasa

Selanjutnya ialah kami akan membahas tentang Waktu Haramnya Puasa. Mengapa diharamkan ? Karena pada waktu tersebut ialah hari perayaan dimana seluruh umat Muslim bergembira jadi umat Muslim dilarang untuk berpuasa pada hari tersebut. Waktu Haramnya Puasa bagi seluruh umat Muslim sebagai berikut ini :

 

1. Tanggal 1 Syawal ketika Hari Raya Idul Fitri, sebab pada tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai Hari Raya yang sakral untuk umat Muslim. Dalam syariat Islam mengatur bahwa pada hari tersebut tidak diperkenankan umat Muslim untuk berpuasa karena hukumnya haram, walaupun tidak memiliki makanan atau minuman, paling tidak mengusahakan untuk membatalkan puasanya atau dengan tidak berniat berpuasa karena pada hari sebelumnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Di bawah ini terdapat Hadist Riwayat Muttafaq ‘alaihi yang menerangkan bahwa :

adversitemens

Tasyrik

2. Tanggal 10 Dzulhijjah saat Hari Raya Idul Adha yang merupakan Hari Raya Kedua bagi umat Muslim. Jadi pada tanggal tersebut disunnahkan untuk berqurban tetapi diharamkan untuk berpuasa.

3. Tanggal 11,12, serta 13 Dzulhijjah yakni Hari Tasyrik, adapun dalil dari Abi Murrah Maula di bawah ini :

Tasyrik

4. Berpuasa pada Hari Syak tanggal 30 Sya’ban karena terdapat keraguan akan awal Bulan Ramadhan yang hilal atau bulannya tidak terlihat. Ketidak jelasan tersebut dinamakan Hari Syak. Dalam Syari’at Islam umat Muslim dilarang berpuasa pada hari tersebut. Tetapi beberpaa pendapat menyebutkan bukan haram namun makruh saja.

5. Sehari saja di Hari Jum’at melakukan puasa hukumnya adalah haram, jika tanpa didahului sehari berpuasa ataupun sesudahnya. Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti sehari puasa dan besoknya tidak berpuasa atau yang kita kenal dengan puasa sunnah Nabi Daud.

6. Ketika seorang wanita Muslim sedang haidh ataupun nifas maka diharamkan untuk mengerjakan puasa sebab kondisi badan yang tidak suci karena hadast besar. Jika berpuasa maka akan memperoleh dosa besar. Tetapi dapat diganti pada hari lain seusai haidh atau nifas telah selesai dan sudah mandi besar.

7. Waktu Haramnya Puasa lainnya yakni Bagi wanita yang tanpa ijin dari sang suami untuk melakukan puasa sunnah, maka puasa tersebut digolongkan dalam waktu yang haram. Sebagai seorang istri yang berbakti kepada suami hendaknya meminta ijin terlebih dahulu ketika akan melakukan puasa sunnah agar mendapat ridho Allah SWT. Bila tidak diijinkan tetapi tetap berpuasa maka puasa tersebut dinilai haram secara syar’i.

8. Waktu Haramnya Puasa yang terakhir ialah menjalankan puasa setiap hari seumur hidup tanpa berbuka puasa, meski umat Muslim tersebut merasa mampu namun dalam Ajaran Islam hal tersebut dilarang dan diharamkan.

Jadi selain Hari Tasyrik ternyata terdapat 7 waktu yang jua diharamkan untuk berpuasa. Setelah membahas Hari Tasyrik dan Waktu Haramnya Puasa di atas, tuntunansholat akan memperdalam materi kali ini pada kesempatan yang akan datang. Perlu adanya pembahasan lebih lanjut tentang Tasyrik agar kalian lebih memahami akan Hari Tasyrik. Semakin mengetahui ilmu Agama makansemakin banyak pula pahala yang kita dapatkan hanya dengan membaca artikel bermanfaat seperti artikel ini.

Demikian penjelasan singkat nan padat dari tuntunansholat mengenai Hari Tasyrik dan Waktu Haramnya Puasa. Semoga kalian dapat lebih memahaminya dan seusai membaca artikel ini kalian berkesan serta lebih mengerti akan Ajaran Islam. Terima kasih sudah berkesempatan menyimak artikel kali ini hingga selesai, semoga ilmu ini dapat kalian serap dengan baik. Jika terdapat kelebihan itu datang atas kehendak Allah Yang Maha Kuasa, namun jika ada kekurangan itu berasal dari team tuntunansholat karena kami hanyalah manusia biasa yang sering berbuat salah, jadi kami harap kalian dapat memakluminya. Simak artikel selain Tasyrik ini yang akan hadir esok hari, Bilahi taufik walhidayah Wassalammu’alaikum.

Advertisement
tags: , , ,