Pengertian Zakat Fitrah Dan Kriteria Orang Yang Menerimanya

Wednesday, June 22nd 2016. | Zakat Fitrah
Advertisement

Pengertian Zakat Fitrah Dan Kriteria Orang Yang Menerimanya – Kali ini berjumpa dengan kami kembali dalam Tuntunan sholat, dikesempatan kali ini kami menghadirkan pengertian Zakat Fitrah Dan Kreiteria orang-orang yang dapat menerimanya. Dari serangkaian acara ibadah dibulan ramadlan diantaranya menjalankan perintah puasa ramadlan kemudian memasuki hari dilaksanakanya sholat idul fitri namun sebelum itu ada perintah Alloh yang harus dilaksanakan ialah menunaikan zakat fitrah secara harfiah zakat fitrah adalah pengambilan dari sebagian harta yang dimiliki dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sampai pada waktu sebelum melaksanakan sholat idul fitri.

Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah Dan Kriteria Orang Yang Menerimanya

Kita tahu bahwa zakat fitrah yang dikeluarkan apabila dibanding dengan harta yang dimiliki itu jumlahnya relatif kecil tapi dibalik itu mempunyai arti yang luar biasa sebab membayar zakat fitrah adalah salah satu rukun islam yang ke tiga secara sikap dan pelaksanaanya telah mengagungkan perintah Alloh yang tertuang dalam rukun islam.
Disamping itu zakat fitrah bermanfaat bagi kehidupan manusia baik sebagai pribadi maupun masyarakat karena dengan membayar zakat fitrah , harta, jiwa dan masyarakat  akan menjadi bersih . Alloh berfirman ambilah harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan dan menghapus kesalahan mereka. Apabila seseorang telah membayar zakat ftra berarti ia telah membersihkan harta nya dari hal-hal yang diluar miliknya sehingga harta yang menjadi miliknya menjadi bersih dan halal karena tidak tercampur lagi dengan barang-barang yang haram demikian juga jiwanya, setelah membayar zakat fitrah berarti seseorang telah membersihkan jiwanya dari sifat kikir, bahil dan aniaya yang semuanya itu merupakan penyakit yang berbahaya.

Advertisement

Waktu yang digunakan untuk menunaikan zakat fitrah, di dalam hadis diterangkan bahwa Rosululloh SAW  menyuruh tentang zakat fitrah hendaklah ditunaikan sebelum melaksanakan sholat idul fitri. para sahabat mengeluarkan zakat fitra mereka sehari atau dua hari sebelum idul fitri . Berdasarkan riwayat tersebut , zakat fitrah harus ditunaikan waktunya sampai sebelum sholat idul fitri dan apabila zakat fitrah ditunaikan sesudah sholat idul fitri maka zakat fitra tersebut dinilai sebagai sodakoh.

Ibnu Abas r.a meriwayatkan, Rosululloh SAW mewajibkan untuk melaksanakan zakat fitrah yang bertujuan sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dari omong kotor dan sebagai hadiah untuk para kaum miskin karean orang yang menmunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan sholat idul fitri maka diterima sebagai zakat fitrah tetapi bagi yang menunaikan zakat fiitra sesudah pelaksanaan sholat idul fitri maka zakat fitrah itu dinilai sebagai suatu sedekah dari sedekah-sedekah biasa.

Ada 8 Kriteria yang berhak mendapatkan Zakat fitrah atau mustahiq, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Karim ayat berikut ini.

Zakat Fitrah

Itulah tadi dalil yang menjelaskan tentang kriteria golongan orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah. Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan kami uraikan 8 golongan orang yang berhak menerima zakat.

adversitemens

Golongan Yang pertama adalah Fakir atau Al-fuqara
Orang fakir adalah orang yang sangat amat sengsara dalam hidupnya, karena tidak memiliki harta dan tidak mempunyai tenaga untuk mencukupi kebutuhannya sediri dan keluargannya. atau bisa digambarkan orang fakir adalah orang yang membutuhkan 20.000 rupiah untuk mencukupi kehidupannya, tetapi dia hanya memiliki penghasilan 6.000 rupiah. maka orang tersebut wajib diberikan zakat untuk menutupi kebutuhannya.

Yang kedua adalah Miskin atau Al Masakin
Orang miskin itu lain halnya dengan orang fakir, ia tidak melarat namun tetapi masih memiliki penghasilan dan pekerjaan yang tetap dalam keadaan kekurangan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluargannya. Semisalnya saja ia membutuhkan 20.000 rupiah untuk kebutuhan keluarganya, tetapi ia memiliki penghasilan 14.000. Orang ini wajib diberikan zakat untuk menutupi kebutuhannya.

Yang ketiga yaitu Al amilin atau panitia zakat.
Amil merupakan orang yang dipilih oleh imam yang ditugaskan untuk mengumpulkan dan membagikan zakat kepada orang yang berhak menerimannya. Amil zakat harus memiliki syarat tertentu, yang pertama adalah muslim, akil dan baligh, merdeka, adil atau bijaksana, laki-laki, mendengar, melihat dan mengerti tentang hukum agama Islam. Pekerjaan ini harus diberi imbalan yang sesuai dengan pekerjaannya yaitu diberikan zakat.

Ke empat Almuallafah atau Orang yang baru masuk Islam.
Al mualafah terbagi menjadi tiga golongan yaitu:

  • Orang yang baru masuk islam dan htinya merasa masih bimbang
  • Orang yang baru masuk islam dan memiliki kedudukan terhormat.
  • Orang yang baru masuk Islam dan jika diberi zakat ia akan memerangi orang kafir atau mengambil zakat dari orang-orang yang menolak mengeluarkan zakat.

Dzur Eiqab
Artinya adalah hamba sahaya atau bahasa kasarnya adalah budak yang ingin memerdekakan dirinya dari majikannya dengan tebusan uang. Yang dimaksud adalah membebaskan dari seorang muslim yang ditawan oleh para orang kafir, atau bisa disebut membebaskan dan menebus seorang umat muslim di dalam penjara karena tidak mampu membayar diah.

Enam Algharim atau orang yang berhutang.
Yang dimaksud adalah orang yang berhutang untuk kepentingan sendiri dan bukan untuk maksiat atau tidak sanggup untuk membayarnya. Orang ini sangat pantas untuk dibantu dengan diberikan zakat. Ataupun orang yang berhutang karena untuk memlihara persatuan umat muslim atau berhutang untuk membangun masjid dan yayasan Islam, maka hutangnya dapat dibayar dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

Yang Ke Tujuh Al mujahidin atau Fi sabilillah
merupakan orang yang berjuang di jalan Allah tanpa gajih ataupun imbalan demi membela dan mempertahankan Agama Islam dan kaum muslim.

Delapan adalah Ibnu Sabil
Yang artinya Musafir yang sedang melakukan perjalanan atau ibnu sabil yang tujuannya tidak maksiat di negeri rantauan, lali sedang mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan dalam perjalanan yang ia tempuh.

Demikian uraiansingkat masalah zakat fitrah dan 8 golongan yang telah kami jabarkan pada artikel diatas, semoga bermanfaat bagi orang yang menunaikan zakat fitrah. Amin. Dan bagi kalian yang ingin mengetahui Pengertian Terjadinya Malam Lailatul Qodar bisa simak di artikel kami sebelumnya. Semoga informasi kami dapat bermanfaat dan sampai jumpa lagi di Tuntunan sholat berikutnya. asalamu alaikum.

Advertisement
tags: , , , ,